Review Drama TV, Film Movie, Musik | Resensi Buku & Cerita | Renungan Berita Terbaru

Obsesi kami: mendorong Anda menangis terharu. Namun bila Anda malah menertawakan kenaifan kami, kami pun memaklumi. It’s okay. Apa pun tanggapan Anda, silakan sampaikan di Ruang Tamu. Terima kasih.
  • Old Jealousy 1340x525
  • The_Hunter_of_Tears_by_SoulAlone
  • shaolin-soccer-2001
  • marshanda

Terbaru

Galeri

Kunci Sukses Korea Ternyata Air Mata!

Air Mata GumihoPercaya atau tidak, rahasia kesuksesan dan kemajuan bangsa Korea itu ternyata air mata! Kunci sukses ini kami jumpai ketika kami mencari tahu keunikan bangsa Korea, yang lain dari yang lain.

Ternyata Korea itu bangsa terhebat dalam hal menangis. Tak ada yang menandingi orang Korea dalam hal pengeluaran air mata. Baca kelanjutan halaman ini »

Galeri

Yang kusuka dari polisi Gorontalo yang menggila

Pagi ini aku sempatkan diri nonton video Polisi Gorontalo Menggila. Aku merasa penasaran kenapa video ini sukses dan menghebohkan seperti pendahulunya, Keong Racun. (Baca reportase “Heboh Polisi Gorontalo Menggila di Youtube“)

Baca kelanjutan halaman ini »

Sampingan

Polisi Gorontalo Menggila

Video budaya populer khas Indonesia, “Polisi Gorontalo Menggila”

Galeri

Inilah bangsa terhebat dalam menangis

Manakah bangsa terhebat dalam menangis? India? Indonesia? Korea? Atau bangsa mana?

Kayaknya bukan bangsa India deh. Liat aja film-film India. Saat mereka sedih, tetap aja mereka menyanyi dan menari bersama. Kapan nangisnya?

Mungkin bangsa Indonesia ‘kali ya. Liat aja sinetron-sinetron Indonesia. Para pemain utamanya sering menangis walau ekspresi wajahnya datar-datar saja. Kapan sedihnya?

Baca kelanjutan halaman ini »

Galeri

Tepuk Tangan buat Nurdin Halid

Mengapa aku mau bertepuk tangan buat Nurdin Halid ketika kisruh PSSI masuki injury time? Pasti gara-gara terkadang suka nonton sepakbola Liga Inggris di televisi. Bukan permainan kick and rush-nya yang aku suka, melainkan kemeriahan para suporternya di stadion. Terutama saat mereka bertepuk tangan. Bukan hanya saat terjadinya gol, melainkan juga momen-momen dramatisnya. Diantaranya, saat terjadi pergantian pemain.

Baca kelanjutan halaman ini »

Galeri

Yang Sukses Malah Dibenci

Berita aneh tapi nyata. Selama ini kita mungkin menyangka, orang yang sukses tentulah disukai orang banyak. Mereka tampak dipuja di mana-mana. Namun kenyataannya berbeda. Mereka justru dibenci masyarakat walau secara diam-diam. Demikianlah berita terbaru yang barusan kubaca, “Survei: MU Perusahaan Paling Dibenci di Britania Raya“. Survei tersebut menunjukkan bahwa perusahaan yang paling dibenci masyarakat adalah yang sukses. Yang gagal total dan jatuh bangkrut tidak dibenci setengah mati.

Mengapa yang sukses malah dibenci setengah mati? Alasannya beraneka-macam. Salah satunya barangkali adalah rasa iri. Setidak-tidaknya, begitulah yang kurasakan. Tak jarang aku lihat, benci dan iri itu sangatlah dekat, bahkan saling mempengaruhi.

Jikalau kita merasa iri kepada seseorang, maka kita seolah menanam bibit kebencian kepadanya. Semakin dia sukses, semakin irilah kita kepadanya, lalu semakin benci jugalah kita kepadanya.

Sedangkan kalau kita membenci si Anu, maka jika dia meraih sukses, kita merasa iri kepadanya. Kita pun merasa dunia ini tidak adil. “Mengapa orang sejelek dia bisa sukses? Kenapa orang sebaik aku gagal lagi?” pikir kita.

Ataukah Anda punya pikiran lain mengenai berita tersebut?

Galeri

Inilah cerpen yang gak cuma bikin kami menangis, tapi juga…

Karya manusia yang sungguh bagus bukan hanya lezat disantap, melainkan juga bergizi tinggi, higienis, bersih dari polusi. Inilah yang kami rasakan ketika mencerap kata-kata dalam sepotong cerpen karya Noviana Kusumawardhani. Judulnya, “Pemburu Air Mata“. Inilah potongan alinea dari cerpen tersebut yang menumbuhkan kesan nan amat mendalam di hati kami:

… Desaku menjadi desa terindah di seluruh negeri dan air mata adalah hal yang sangat biasa ditemukan di sini. Penduduk desaku hidup dari air mata. Apa pun yang kami lakukan selalu diiringi air mata. Bahkan ketika di saat-saat bahagia sekalipun, saat bersenang-senang, air mata selalu harus hadir di sana. Kami tidak mengenal air mata kesedihan ataupun kebahagiaan. Kami hanya mengenal air mata adalah napas. Seperti detak jantung yang berdentam setiap detik, air mata di desa ini pun adalah hidup mereka. Di sini diyakini orang yang semakin banyak mengeluarkan air mata adalah orang yang benar-benar bahagia…

Kami hanya mengenal air mata adalah napas.” Ini dia yang kami cari-cari selama ini. Inilah harta karun terpendam yang selama ini terlupakan. Maksudnya, bahkan walau serba kekurangan, kita masih bisa berharap menjadi manusia seutuhnya melalui air mata! Atas dasar ini, kamu putuskan untuk menspesialisasikan diri dalam bidang “ilmu menangis”. Maka lahirlah blog Menangislah ini sebagai tempat belajar kami.

Galeri

Majukan sepakbola Indonesia, manfaatkan pencak silat?

Dulu seusai nonton film Shaolin Soccer, aku sempat ngelamun: Bisa nggak, pencak silat dimanfaatkan untuk pengembangan sepakbola Indonesia? Kita ‘kan punya tokoh-tokoh silat “legendaris”, seperti Si Pitung dan Si Buta dari Gua Hantu. Kalau dengan mata tertutup bisa membuat Belanda kewalahan, bukankah menjadi juara dunia bukan lagi impian belaka?

Kelihatannya sih, tak sedikit pemain sepakbola Indonesia yang berbakat pencak silat pula. Lihat saja pertandingan Liga Super dan Liga Divisi Utama pada era kepemimpinan Nurdin Halid. Mereka tak jarang melancarkan jurus-jurus pencak silat, entah dari aliran mana. Sayangnya, penggunaannya keliru. Pencak silat tidak diperlakukan sebagai bela diri, tetapi untuk mencederai lawan. Akibatnya, sepakbola Indonesia bukannya maju, malahan mundur dan semakin mundur. Oleh karena itu, gagasan pemanfaatan pencak silat itu kusingkingkirkan dari benakku.

shaolin-soccer-2001Akan tetapi, hari ini gagasan tersebut mencuat lagi dalam otakku. Pemicunya adalah berita bahwa Cina sekarang memanfaatkan kungfu Shaolin untuk melejitkan prestasi. (Lihat “Dongkrak Prestasi, Cina Kombinasikan Seni Kung Fu dengan Sepakbola“) Kalau begitu, jangan-jangan sepakbola Indonesia akan makin ketinggalan lagi. Karena tidakkah saatnya sekarang kita manfaatkan seg-segi positif pencak silat untuk kemajuan sepakbola Indonesia.

Sampingan

Shaolin Soccer – Film Trailer

Klip video film komedi sepakbola China, Shaolin Soccer:

Galeri

Nikah Sederhana ala Marshanda

Marshanda dan Ben Kasyafani mereka telah memiliki rencana untuk menggelar acara pernikahan yang sederhana. Hal itu diungkapkan oleh Ben saat menjadi salah satu peserta ‘Nike: More Than a Night Run’ di SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/11/2010). Ben mengaku tak ingin menggelar pesta pernikahan yang mewah. “Yang pasti kita sesimpel mungkin. Yang sederhana,” ujar Ben.
marshanda
Sementara, untuk konsep acara, Ben tidak mau terlalu ikut campur. Ia menyerahkan semuanya kepada Chacha – panggilan akrab Marshanda. “Itu urusan perempuan. Jadi kalau Chacha mau apa tinggal bilang dan gue bagian approval aja,” jelasnya. (detikhot.com)

Lantas bagaimanakah konsep pernikahan yang sederhana menurut Marshanda?

  1. Undangannya tidak sampai ribuan orang (KapanLagi.com, 14-01-2011)
  2. Harga Gaun Resepsi Marshanda Rp150 Juta (okezone.com, 28-03-2011)

Ternyata konsep sederhana menurut Marshanda berbeda dengan konsepku. Mungkin karena aku orang awam miskin, sedangkan dia selebritis kaya?