Review Drama TV, Film Movie, Musik | Resensi Buku & Cerita | Renungan Berita Terbaru

Galeri

Menangis dalam Tinjauan Ilmiah

Crying - the natural cultural historyReview buku Tom Lutz, Crying: the natural and cultural history of tears (W.W. Norton, 2001)

Dengan mengamati bahwa menangis merupakan tindakan manusia saja, walau interpretasinya sama sekali tidak universal, Tom Lutz menawarkan kajian antarbidang yang mengagumkan tentang air mata. Dengan gaya mengalir dan anehnya berjangkauan luas–meliputi sejarah, sastra, ilmu-ilmu sosial dan humaniora–Lutz menelaah bagaimana menangis dicerap dan dicatat sepanjang sejarah.

Dalam sebuah seksi yang padat dan mendasar, ia memeriksa fisiologi airmata dan mengutip para ahli teori, termasuk Darwin, yang menganggap bahwa menangis merupakan tindakan otot fisik. Tentu saja, airmata lebih lazim dipandang sebagai ungkapan “perasaan yang melebihi pemikiran”, baik dukacita, kebahagiaan, rasa nyeri, kelegaan, kebanggaan, empati, rasa haru, tipuan (seperti pada “airmata buaya”) maupun kombinasi dari perasaan-perasaan tersebut. Lutz bertanya-tanya bukan hanya mengenai mengapa kita menangis, melainkan juga mengapa kita berhenti menangis dan bagaimana kita bereaksi terhadap air mata orang lain.

Pemeriksaannya terhadap stereotip pria-wanita dan pembagian tugas tradisional perihal perasaan dalam masyarakat kita, yaitu bahwa wanita menangis sedangkan pria menahan diri, bersifat provokatif. Berpaling ke budaya pop, Lutz berkomentar tentang bagaimana buku-buku, film-film, dan kehidupan nyata Amerika mengemukakan dua gambaran teladan yang unik: sikap tenang Jacqueline Kennedy pada pemakaman suaminya dan menangis tersedu-sedunya Michael Jordan pada saat memenangkan kejuaraan [NBA].

Karya ulung ini merupakan suguhan yang lengkap bagi siapa pun yang tergugah oleh ungkapan-ungkapan perasaan.

————
Terjemahan dari Ulasan Editorial – Cahners Business Information
http://www.reedbusiness.com/&usg=AFQjCNErlBWD-FjXk8oL-PShs6qLxTgYZQ&source=gbs_site_section_reviews

Komentar ditutup.