Review Drama TV, Film Movie, Musik | Resensi Buku & Cerita | Renungan Berita Terbaru

Galeri

Kronologi Aksi-aksi Dramatis dalam Kisruh Kongres PSSI

Kongres PSSI yang hendak diselenggarakan kemarin ternyata berlangsung dramatis. Begitu dramatisnya, sampai-sampai kongres tersebut “ditunda” atau dibatalkan oleh Pengurus PSSI, tetapi dilanjutkan terus sampai tuntas oleh para anggotanya. Bagaimana kejadiannya? (Sebelumnya, saksikan dulu video “Revolusi PSSI“.) Berikut ini tujuh aksi-aksi dramatis dalam kisruh kongres PSSI tersebut, yang kami sajikan secara kronologis:

Pertama: Komite Penyelamatan Persepakbolaan Nasional (KPPN) menyiapkan kejutan untuk kongres PSSI (yang rencananya digelar Sabtu kemarin). Walau tak diundang, mereka akan tetap datang. Alasannya, mereka merupakan pemilik hak suara yang sah dalam kongres PSSI. Hanya tamu sajalah yang membutuhkan undangan, katanya. (Baca: “KPPN Siapkan Kejutan“)

Kedua: Pengurus PSSI bagi-bagi uang. Beredar rumor, motifnya adalah untuk membeli suara agar terpilih kembali. Pembagian uang kepada sejumlah pemilik hak suara yang bersedia mendukungnya itu dilakukan di kamar hotel yang menjadi tempat kongres PSSI. Selain uang, mereka juga dijanjikan untuk diajak melancong ke Eropa. (Baca: “Politik Uang di Kongres PSSI Bukan Sekadar Gosip“)

Ketiga: Sejumlah pemilik hak suara merasa sangat kaget, lalu melancarkan protes keras, karena tiba-tiba dinyatakan tidak diperkenankan mendaftar ikut kongres. Namun, protes ditolak panitia. Akibatnya, suasana mulai memanas hingga timbullah kericuhan. (Baca: “Hak Suara Dikorupsi, Peserta Marah-marah di Meja Registrasi“)

revolusi PSSIKeempat: Ratusan pemuda berambut cepak menguasai hotel tempat kongres PSSI. Akibatnya, Nurdin Halid & Nirwan Bakrie tak berani datang. Maka kongres pun batal digelar. Demikianlah menurut Nugraha Besoes, Sekjen (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia). (Baca: “Hotel Dikuasai Ratusan Pemuda Berambut Cepak, Nurdin Halid & Nirwan Bakrie Tak Sempat Injakkan Kaki“.)

Kelima: Walau kongres dibatalkan Pengurus, 70-an persen pemiilik hak suara PSSI lakukan kongres sendiri. Karena persiapannya sudah matang jauh-jauh hari, mereka berhasil memilih personil Komite Pemilihan dan Komite Banding untuk pemilihan pengurus baru PSSI pada kongres bulan depan. (Baca: “Karena Sudah Disiapkan, Kongres Anggota PSSI Berjalan Mulus“)

Keenam: Pengurus PSSI menuding intervensi tentara sebagai biang keladi ricuhnya kongres. Bukannya introspeksi mengapa kepemimpinan PSSI kali ini kehilangan wibawanya di hadapan mayoritas anggota, mereka malah menyalahkan pihak ketiga. (Baca: “Tentara Sambangi Kamar Peserta Hingga Parkir Truk di depan Hotel.“)

Ketujuh: Pejabat TNI Angkatan Darat membantah intervensi tentara dalam kongres PSSI. Katanya pula, “pemuda berambut cepak” tidaklah identik dengan tentara. (Baca: “TNI AD: Personel Amankan Sidang PSSI atas Permintaan Polisi“)

Benarkah demikian? Hanya Tuhan sajalah yang Mahatahu. Pancaindera manusia bisa saja keliru. Maka menangislah bila perlu.

3 responses

  1. Ping-balik: Revolusi PSSI | Menangislah Bila Perlu

  2. Ping-balik: Kisruh PSSI Masuki Injury Time « Berita Terheboh

  3. Ping-balik: Tepuk Tangan buat Nurdin Halid | Menangislah Bila Perlu