Review Drama TV, Film Movie, Musik | Resensi Buku & Cerita | Renungan Berita Terbaru

Galeri

Majukan sepakbola Indonesia, manfaatkan pencak silat?

Dulu seusai nonton film Shaolin Soccer, aku sempat ngelamun: Bisa nggak, pencak silat dimanfaatkan untuk pengembangan sepakbola Indonesia? Kita ‘kan punya tokoh-tokoh silat “legendaris”, seperti Si Pitung dan Si Buta dari Gua Hantu. Kalau dengan mata tertutup bisa membuat Belanda kewalahan, bukankah menjadi juara dunia bukan lagi impian belaka?

Kelihatannya sih, tak sedikit pemain sepakbola Indonesia yang berbakat pencak silat pula. Lihat saja pertandingan Liga Super dan Liga Divisi Utama pada era kepemimpinan Nurdin Halid. Mereka tak jarang melancarkan jurus-jurus pencak silat, entah dari aliran mana. Sayangnya, penggunaannya keliru. Pencak silat tidak diperlakukan sebagai bela diri, tetapi untuk mencederai lawan. Akibatnya, sepakbola Indonesia bukannya maju, malahan mundur dan semakin mundur. Oleh karena itu, gagasan pemanfaatan pencak silat itu kusingkingkirkan dari benakku.

shaolin-soccer-2001Akan tetapi, hari ini gagasan tersebut mencuat lagi dalam otakku. Pemicunya adalah berita bahwa Cina sekarang memanfaatkan kungfu Shaolin untuk melejitkan prestasi. (Lihat “Dongkrak Prestasi, Cina Kombinasikan Seni Kung Fu dengan Sepakbola“) Kalau begitu, jangan-jangan sepakbola Indonesia akan makin ketinggalan lagi. Karena tidakkah saatnya sekarang kita manfaatkan seg-segi positif pencak silat untuk kemajuan sepakbola Indonesia.

One response

  1. Ping-balik: Shaolin Soccer – Film Trailer | Menangislah Bila Perlu