Review Drama TV, Film Movie, Musik | Resensi Buku & Cerita | Renungan Berita Terbaru

Galeri

Tepuk Tangan buat Nurdin Halid

Mengapa aku mau bertepuk tangan buat Nurdin Halid ketika kisruh PSSI masuki injury time? Pasti gara-gara terkadang suka nonton sepakbola Liga Inggris di televisi. Bukan permainan kick and rush-nya yang aku suka, melainkan kemeriahan para suporternya di stadion. Terutama saat mereka bertepuk tangan. Bukan hanya saat terjadinya gol, melainkan juga momen-momen dramatisnya. Diantaranya, saat terjadi pergantian pemain.

tepuk tangan suporter ChelseaPada mulanya, aku belum mengerti. Memang, aku tak heran mengapa suporter bertepuk tangan ketika terjadi gol. Tapi aku penasaran kenapa mereka juga bertepuk tangan ketika pemain sedang keluar lapangan untuk digantikan oleh pemain cadangan. Mengapa mereka tidak menangis saja? (Ah, nggak mungkinlah. Yang ngucurin air mata di saat gitu malah bakalan diolook-olok.)

Hmm… dalam renunganku, mereka bertepuk tangan untuk menghargai jerih payah pemain di lapangan selama ini. Bagaimanapun, yang berjasa bukan hanya pencetak gol.

Kalau begitu, apakah aku mau menghargai jerih payah Nurdin Halid selamaaaaaaaa ini selaku orang nomor satu di PSSI?

Ya dan tidak. Maksudku, kami sadar bahwa Ma Sang Ji ini belum tentu lebih baik ketimbang Nurdin Halid. Jangankan sebagai pengurus PSSI. Sebagai manusia pun, mungkin saja kami lebih nista daripada Nurdin Halid.

Nurdin Halid menahan tangis?Paling tidak, Nurdin Halid telah membuktikan bahwa beliau adalah manusia yang sebenar-benarnya. Beliau bisa menangis, atau setidak-tidaknya menahan tangis, khususnya di hadapan wanita, eh.. di depan para anggota Komisi X DPR.

Bandingkan dengan aku. Jangankan menghadap DPR. Menampakkan diri di hadapan pengunjung blogku ini saja, aku malu-malu merpati. (Bukan malu-malu kucing, karena kucingku baru saja mati.) Nah, bukankah aku lebih mirip binatang (merpati atau kucing) daripada manusia (bernama Nurdin Halid)?

nurdin-halid bertepuk tanganJadi, boleh saja tepuk tanganku buat Nurdin Halid itu dianggap sebagai penghargaanku terhadap beliau sebagai manusia. Kalau yang sebenarnya sih, aku bertepuk tangan karena senang.

Mengapa senang? Karena Nurdin Halid dapat berkarya di tempat lain. Persis seperti pemain sepakbola yang keluar lapangan menuju deretan bangku pemain cadangan. Di tempat baru ini, si pemain bisa berkarya sebagai suporter bagi pemain lain yang masih berjuang di lapangan. (Semoga demikian pula Nurdin Halid. Amin.)

One response

  1. Ping-balik: Kisruh PSSI Masuki Injury Time « Berita Terheboh