Review Drama TV, Film Movie, Musik | Resensi Buku & Cerita | Renungan Berita Terbaru

Air Mata Gumiho

Sobat, aku mau curhat. Tolong simak suara hatiku. Aku mau bicara tentang bagaimana Gumiho membuatku tergila-gila. (Dia itu siluman rubah yang cantik jelita dalam serial drama TV Korea, My Girlfriend Is A Gumiho.) Siapa tahu, kau bisa gila juga seperti diriku… eh, bukan. Bukan itu maksudku. Yang kumau, aku ingin cerita tentang bagaimana serial drama komedi romantis ini menginspirasi diriku untuk berubah. Perubahannya secara dramatis, dari setengah binatang menjadi manusia seutuhnya.

Gumiho menunggu pacarnya di depan kampusKisah dramatis ini dimulai dari sebuah undak-undakan di halaman depan suatu kampus perguruan tinggi. Cuaca sedang cerah. Langit bagai mengecup bumi dengan mesra. Sinar mentari pun membelai halaman.

Di kanan-kiri undak-undakan, berjejer tanaman hijau menyejukkan. Seolah mereka berebut jasa dengan pepohonan rindang yang menjulurkan dedaunan di atas undak-undakan.

Dalam keteduhan, beberapa mahasiswa dan mahasiswi menapak jalan. Mereka semua berlalu-lalang. Tiada hiruk-pikuk kendaraan, tiada kemacetan. Semuanya berjalan kaki dengan perlahan. Sementara itu, denting instrumen musik latar pun mulai mengalun dengan lembutnya. Seolah mereka menyongsong adegan romantis yang menjelang datang.

Ups, … Ternyata tidak semuanya berlalu-lalang. Lihat! Seorang gadis cantik berdiri menancap di seberang jalan, menghadap undak-undakan. Sepasang kakinya menjulang tegak. Ia bergaun putih, berkulit bersih, berambut panjang. Kedua mata beningnya bersinar bagai rembulan kembar. Senyum manisnya mengembang, membentuk sepasang lekuk di kedua pipinya.

Siapakah dia? Diakah aktris utama yang disiapkan sutradara untuk beradegan mesra sesaat lagi? Sempurna! Kalau memang dia bidadarinya, aktor manakah yang tak mau disandingkan dengannya di serial romantis ini?

Di mimpi saja, cowok yang antri di depan pintu surganya pada bejibun. Apalagi di dunia drama. Pasti banyak banget figuran pria yang terpana dan cuma bisa melongo, lalu kaki mereka lemas dan jatuh bertumbangan, karena tak kuat menatap kecantikannya. Beruntunglah aktor yang terpilih sebagai pasangan mainnya. Beruntung jugalah kita yang menyaksikan adegan mereka berdua nanti.

Mari kita nantikan saja adegan mesra bidadari jelita kita ini. Toh kelihatannya ia pun sedang menunggu seseorang. Mungkin yang dia tunggu itu mahasiswa di kampus tersebut. Pacarnyakah?

Oh, itu dia. Tatapan sepasang rembulan kembar si jelita itu kini menghunjam kepada sesosok mahasiswa. Itu tuh, yang sedang berjalan pelan di tengah, menuruni tangga undak-undakan. Cowok ini menyusupkan kedua tangannya ke saku celana. Dia mengenakan baju berwarna biru-jeans, berlengan panjang.

Kedua lengan itu dia gulung rapi, sampai hampir mencapai siku. Kancing-kancing bajunya tidak dia pasangkan. Namun di balik itu, dia memakai kaos dengan warna yang lebih menyala, yaitu jingga. Pada bagian dada kaos ini, terlukis logo “superman”. Wow, kereeen! Penampilannya lebih menyerupai bintang film ketimbang mahasiswa!

Apakah cowok yang dinantikan kemunculannya ini pacar si cantik jelita? Siapa namanya?

Gumiho panggil Dae Woong

“Dae Woong… Dae Woong!” Bidadari kita berseru. Ia memanggil-manggil nama si cowok dengan riang-ceria. Nada suara dan ekspresi wajahnya menyiratkan kerinduan dan kehangatan. Pasti Dae Woong itu kekasih atau pacarnya.

Asyiiik. Kini saatnya adegan roman… eh, loh… Tiba-tiba suasana jadi hening. Musik latarnya kenapa berhenti? Loh… Dae Woong pun menghentikan langkah. Mendengar suara ceweknya memanggilnya, dia malah tercekat. Dae Woong tampak kaget dan gelisah. Ada apa ini? Apakah adegan romantisnya nggak jadi? Berubah jadi film horor?

My Girlfriend Is A Gumiho  01-01-1Aduh, Dae Woong malah membalikkan badan! Suara musik latar terdengar kembali, tetapi tidak selembut tadi. Suaranya kini seperti degup jantung yang makin kencang. Dug… dug.. dug.. dug. dug.

Aneh! Mengapa Dae Woong tidak menyambut pacarnya? Kenapa ia enggan bertemu dengannya? Apakah ia pemalu, ataukah sedang berusaha menghindar karena sudah ada kencan dengan cewek lain?

Belum tuntas aku bertanya-tanya dalam hati, Dae Woong sudah melakukan reaksi secepat kilat. Mendadak sontak, tangan kanannya mengambil segenggam benda dari saku celananya. Zat padat ini dia pegang-pegang, lalu segera dia tempelkan di daun telinga kanannya. Kemudian ia ngoceh sendiri kayak orang gila. “Ya, benar. Baiklah. Ooo…” cerocosnya seraya berbelok kanan. Ia pun mengayunkan langkah di atas trotoar jalan.

Kelihatannya, zat padat yang dia pegang itu semacam benda elektronik bernama handphone (HP) alias telepon genggam. Tapi siapa tahu? Sekarang ini barang palsu sedang nge-trend. Permen karet pun ada yang bentuknya seperti HP. Bagaimana kita bisa yakin bahwa benda sekecil itu benar-benar HP kalau kita melihatnya dari jarak yang sangat jauh, dari layar televisi? Yang dekat saja sering salah lihat, apalagi dari jauh, ‘kan?

Begitulah isi benakku saat melihat tingkah Dae Woong di depan pacarnya yang sedang merindukannya. Tapi Dae Woong sama sekali tak peduli pada pikiranku. Kini dengan setengah berlari, ia ngoceh sendiri. “Oh, ahhhh.”

Dae Woong pura2 nelpon

Karena merasa sebal, aku pun ngoceh sendiri juga: “Huuuhhhh… Dae Woong!! Kamu itu lelaki normal ataukah cyborg tolol sih? Masak, bidadari cantik datang menjemput, kamu hindari. Segenggam benda elektronik, kamu bawa lari ke sana kemari. Jangan-jangan, saat tidur pun makhluk mati ini kau baringkan di sebelahmu. Duh, cemburu deh diriku.” Tapi lagi-lagi, Dae Woong tak peduli pada celotehanku.

Oh, jangaaan! Seru suara hatiku. Sekarang Dae Woong tidak lagi setengah berlari. Kini dia “lima ratus” berlari. (Setengah dikalikan seribu sama dengan lima ratus, ‘kan?) Larinya makin lama makin cepat. Persis seperti Scooby Doo yang berlomba lari melawan hantu-hantu.

Akankah Dae Woong berhasil memenangkan perlombaan lari ini? Akankah ia terhindar dari pertemuan yang tidak dia harapkan? Tunggu sebentar! Perkenankanlah aku merenung dulu beberapa detik saja.

Dari adegan pembuka serial drama My Girlfriend Is A Gumiho, kita disodori dua watak manusia yang bertolak belakang. Mana yang lebih kita sukai?

Karakter pertama, wataknya sederhana. Ia polos dan sering tampil ceria. Seolah-olah dia ini anak kecil yang masih suci.

Karakter kedua, wataknya rumit. Ia suka berpura-pura dan gampang gelisah. Ia seperti orang dewasa yang menanggung banyak dosa.

Selaku penonton, tentunya kita lebih mudah bersimpati kepada yang polos. Tapi sebagai diri pribadi, apakah kita lebih suka menjadi anak-anak daripada menjadi orang dewasa? Bukankah kita sering memandang rendah anak-anak?

Aku sendiri, menurutku sih, berwatak sederhana dan polos. Tapi aku gampang gelisah dan merasa dosaku sebesar gunung Merapi. Kalau aku mau mengubah karakterku, ke arah manakah sebaiknya aku menuju?

Stop! Kita simpan dulu pertanyaan-pertanyaan barusan. Aku tadi ‘kan minta waktu untuk merenung beberapa detik saja. Sekarang kayaknya udah lebih dari puluhan detik. Sorry, ya! Yuk, kita lanjutin laporan pandangan mataku mengenai drama Gumiho ini. Kita akan tahu, sampai sejauh mana “pelarian” Dae Woong untuk menghindari pertemuan dengan pacarnya. (Bersambung ke Halaman 2.)