Review Drama TV, Film Movie, Musik | Resensi Buku & Cerita | Renungan Berita Terbaru

Bencana

Gempa Myanmar: Jalan raya terbelah, warga ketakutan

gempa Myanmar

Jalan di Tachileik, Myanmar, yang retak akibat gempa, Maret 2011

Mengerikan. (Saksikan videonya di halaman “Kerusakan Akibat Gempa Myanmar“) Di Tachileik, wilayah terpencil Myanmar, jalan-jalan terlihat terbelah lantaran retakan yang sangat besar. “Orang-orang merasa takut. Banyak dari mereka yang tidur di sebuah lapangan tempat upacara Budha biasa dilaksanakan,” tutur seorang penduduk seperti dikutip AFP, Sabtu (26/3/2011).

Iklan

Sampingan

Kerusakan Gempa Myanmar

Video berita kerusakan akibat bencana gempa bumi Myanmar, Maret 2011:


Galeri

Prediksi: AKAN TERJADI GEMPA BESAR di Sumatera

Gempa besar di Myanmar kemarin ternyata sudah diprediksi 12 hari sebelumnya oleh earthquake.itgo.com. Situs spesialis prediksi gempa ini sudah sering meramalkan akan terjadinya gempa bumi, dan banyak prediksinya ternyata benar. Hari ini, situs tersebut memprediksi bahwa di sekitar Sumatera dan Iran akan terjadi gempa besar antara 5,5-7,5 skala Richter. Gempa ini diperkirakan terjadi antara 27 Maret – 10 April 2011.

sumatera earthquake oct 2009

Gempa Bumi di Sumatera Barat, Oktober 2009

Seorang pemerhati gempa Indonesia bernama Didik Wahju Widjaja juga memprediksi akan terjadi gempa besar, antara 6-7 skala Richter, di Sumatera dalam waktu dekat. Ia memprediksi gempa bumi ini akan terjadi antara 27 Maret – 3 April 2011. Selama ini, prediksinya juga sering terwujud pada kenyataannya. Maka marilah kita WASPADA.


Gempa Zina

tsunami Jepang

Renungan Spiritual: Kata orang, zina penyebab utama gempa. Kata kami, “Biarlah yang menyatakan penyebab bencana gempa adalah para ahlinya, yaitu para ahli geologi dan vulkanologi. Kita, yang bukan ahli, tak perlu sok tahu.” Kata-kata ini sekadar usul, khusus bagi kita yang sok tahu saja. Bagi Anda yang tidak sok tahu, usul kami: “Ajarilah kami supaya menjadi tidak sok tahu.”

Sebenarnya, ketika menulis kata “kita” (atau pun kami) tersebut, saya menerjemahkannya sebagai “saya”, seraya berharap orang-orang di luar saya untuk bergabung dalam kata “kita” (atau pun kami) itu. Jadinya, lagi-lagi harapan saya, kita bisa berbagi kebijaksanaan. Bukankah kita belajar (dan mengajar) supaya kita menjadi bijaksana?


Galeri

Jepang Menjelang Kiamat?

tsunami Jepang

tsunami JepangRenungan: Gempa bumi dan tsunami dahsyat baru saja menerjang Jepang. Korban pun berjatuhan. Ribuan nyawa melayang. Jumlah yang luka-luka dan kehabisan harta benda tak terbilang. Sejumlah bangunan dan prasarana porak-poranda. Sekarang, mereka tengah menghadapi ancaman bencana susulan yang lebih mengerikan, yakni bocornya reaktor nuklir. (Saksikan video Tragedi Fukushima.)

Hari ini, ancaman nuklir telah naik ke level 5. (Sebuah level yang menurut badan Internasional Energi Atom PBB sebagai tingkatan yang bisa membunuh manusia.) Apakah Jepang sedang menjelang kiamat? Entahlah. Yang jelas, mereka tengah memasuki masa darurat nuklir.

Bagaimanakah spirit orang-orang Jepang dalam mencekal bencana yang mengerikan tersebut? Berikut ini salah satu jawaban dari mereka (“Kebersamaan yang Menguatkan Mereka” dalam Kompas, 19 Maret 2011, hlm. 1):

Orang-orang di pengungsian membantu kami dengan baik dan memberi makan yang cukup. Para pengungsi lain ramah dan menyenangkan. Tetangga kami juga sangat baik, ia mengizinkan kami memompa air dari sumurnya secara gratis. Kita harus tahu bahwa kita masih memiliki rasa kebersamaan.