Review Drama TV, Film Movie, Musik | Resensi Buku & Cerita | Renungan Berita Terbaru

Artikel

Galeri

Kunci Sukses Korea Ternyata Air Mata!

Air Mata GumihoPercaya atau tidak, rahasia kesuksesan dan kemajuan bangsa Korea itu ternyata air mata! Kunci sukses ini kami jumpai ketika kami mencari tahu keunikan bangsa Korea, yang lain dari yang lain.

Ternyata Korea itu bangsa terhebat dalam hal menangis. Tak ada yang menandingi orang Korea dalam hal pengeluaran air mata. (lebih…)

Iklan

Galeri

Majukan sepakbola Indonesia, manfaatkan pencak silat?

shaolin-soccer-2001

Dulu seusai nonton film Shaolin Soccer, aku sempat ngelamun: Bisa nggak, pencak silat dimanfaatkan untuk pengembangan sepakbola Indonesia? Kita ‘kan punya tokoh-tokoh silat “legendaris”, seperti Si Pitung dan Si Buta dari Gua Hantu. Kalau dengan mata tertutup bisa membuat Belanda kewalahan, bukankah menjadi juara dunia bukan lagi impian belaka?

Kelihatannya sih, tak sedikit pemain sepakbola Indonesia yang berbakat pencak silat pula. Lihat saja pertandingan Liga Super dan Liga Divisi Utama pada era kepemimpinan Nurdin Halid. Mereka tak jarang melancarkan jurus-jurus pencak silat, entah dari aliran mana. Sayangnya, penggunaannya keliru. Pencak silat tidak diperlakukan sebagai bela diri, tetapi untuk mencederai lawan. Akibatnya, sepakbola Indonesia bukannya maju, malahan mundur dan semakin mundur. Oleh karena itu, gagasan pemanfaatan pencak silat itu kusingkingkirkan dari benakku.

shaolin-soccer-2001Akan tetapi, hari ini gagasan tersebut mencuat lagi dalam otakku. Pemicunya adalah berita bahwa Cina sekarang memanfaatkan kungfu Shaolin untuk melejitkan prestasi. (Lihat “Dongkrak Prestasi, Cina Kombinasikan Seni Kung Fu dengan Sepakbola“) Kalau begitu, jangan-jangan sepakbola Indonesia akan makin ketinggalan lagi. Karena tidakkah saatnya sekarang kita manfaatkan seg-segi positif pencak silat untuk kemajuan sepakbola Indonesia.


Galeri

4 Alasan Mengapa Perlu Menangis & Mendengar Tangisan

crying stone

Ada banyak alasan yang tepat mengapa kita perlu menangis dan mendengar rintihan tangisan. Empat diantaranya terkandung dalam cerpen A.S. Laksana, “Kisah Batu Menangis“, sebagai berikut:
crying stone

  1. agar kita “lebih berhati-hati”; (“Kenangan pahit, kau tahu, akan melekat lebih kuat di dalam pikiran ketimbang kenangan manis.”)
  2. karena “cinta bisa abadi”; (Bahkan bila kita tidak lagi menjadi manusia, karena berubah menjadi batu atau pun debu, cinta sejati itu akan tetap ada dan dinikmati oleh orang-orang. Untuk contoh, silakan simak “Karena Cinta, Han Geng Menangis Saat Menyanyi“.)
  3. supaya segera menjadi lebih bijaksana; (“Sudah saatnya aku memikirkan ketenteraman seperti resi-resi zaman dulu, menghabiskan air mata di tempat sunyi.”)
  4. untuk mengubah segalanya dengan “membawa keberuntungan”. (Menangis itu seolah-olah “tertidur 300 tahun seperti orang-orang dari cerita lama”. Keadaan kita dapat berubah dari yang penuh dengan pertarungan dan kegagalan menuju perdamaian dan kemajuan.)

Galeri

Kita perlu menangis sesering mungkin!

1 Litre of Tears

Kita manusia memang unik. Walau mata kita sama-sama berair, genangan air mata kita berlainan. Ada yang hampir setiap hari matanya berkaca-kaca. Namun ada pula yang nyaris tak pernah menangis sepanjang hidupnya. Bagaimana dengan Anda? Mengapa?

Mungkin saja mata Anda jarang berkaca-kaca. Mungkin pula Anda sering meneteskan air mata. Namun bagaimanapun, kami tetap berseru: “Menangislah bila perlu!”

Ya, ‘bila perlu’. Maksudnya, kita perlu menangis sesering mungkin, asalkan alasannya tepat dan dilakukan dengan cara yang sebaik-baiknya. Dengan demikian, maka manfaatnya sangatlah besar, sedangkan mudaratnya dapat dicekal.

1 Litre of Tears

Apa sajakah penyebab atau alasan yang tepat untuk menangis? Bagaimanakah cara menangis yang sebaik-baiknya supaya menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya? Bagaimana pulakah cara mujarab untuk menangkal mudaratnya?

Begitulah pertanyaan yang kami ajukan kepada Anda saat ini. Marilah kita merenungkannya dengan tenang dan khidmat. Sambil merenungkannya, marilah kita menghayatinya dengan cara menangis ‘bila perlu’!